Allah itu Maha Besar. Allah itu Maha Mengetahui.
Selama hidup saya, Allah has always been there. Yes, it's true. Bukan berarti selalu cerita indah, tapi Dia benar2 ingin bilang ke saya bahwa: "Ya Ndu, Aku memang benar Ada. Bagian mana yang mau kamu ingkari?"
He seems have an unpredictable way (and sometimes humorous) to show His Existence.
Allah tahu persis apa yang kita butuhkan, kapan dan berapa banyak. Kita cuma ngga tahu aja bagaimana nanti dikasihnya. Just like this story I'm gonna tell you...
Tentang Lulus Kuliah
Waktu kuliah dulu, bertekad mau lulus paling lama 5 tahun (yup, emang ngga niat 4 tahun karena baru kali ini merasa bebas dari rumah, haha..). Sialnya sinyal2 dari tahun pertama, sangat ngga mendukung rencana itu. Nilai-nilai di TPB sangat bikin males utk diinget. Ditambah kuliah jurusan yg ternyata not my kind of major, berujung di nilai yg juga seadanya. Lengkap sudah rencana gagal lulus 5 thn.
But suddenly I meet this girl which came out of nowhere. Walaupun ngga satu kampus, doski doyan banget belajar (or at least that was what I thought, haha...) yg lulusnya 4 tahun dan jadi salah satu lulusan terbaik kampusnya. Mati gue!
Singkat cerita, akhirnya saya ngebut kuliah dan lulus hanya karena malu pacar lulus duluan (which even later got a job first!).
The best part was: I realized that it might the answer of what I said before. Dulu pernah ngucap ngga pengen punya pacar orang Padang. No offense yah, tp mgkn karena saya dibesarkan dg adat Jawa yg cukup kental.
Well, bukan cuma pacar, tapi malah istri!
Sesuatu yg akhirnya sangat saya syukuri. She completes me in everyway. God is Great to have sent me her.
Tentang Punya (Kredit) Rumah
Setelah menikah, kita tinggal di kontrakan yg walaupun sempit, rasanya luar biasa senengnya. Ya iyalah, berasa orang dewasa, hehe...
Anyway, kita nikah 2006 dan saat itu bertekad harus pindah dari kontrakan paling lama 5 tahun.
Surprisingly... It happened. We moved to our own house exactly 5 years after we got married! Mengingat harga rumah yg naiknya ngga sebanding dg naik gaji, dan bahwa saat itu selain susah cari yg kita bener-bener suka dan most importantly MAMPU, Ain't it cool or what?
Lagi-lagi, Allah sepertinya mau bilang "Masih belum percaya Aku Ada?"
Finally, Tentang Kembali Ke Rumah
Tahun 2011,bertepatan dengan peristiwa bersejarah sang istri resign dari BI (btw, sampe sekarang msh ada yg nyangka itu saya yg minta), saya pun berhasil "memaksa" perusahaan saya utk mindahin saya ke field.
Kebanyakan org malah ngga mau ke field dan bertanya "Kenapa sih Ndu, lo malah mau pindah ke field?". I said, "why the hell not?"
Saya bisa punya waktu 10 hari bebas waktu off utk nganter anak sekolah, beresin rumah, ngedate sama istri, and most importantly: ngga perlu ikut dalam macetnya Jakarta. Toleransi saya thd macet, amat sangat rendah, sampe bisa stress sendiri. And yes, dalam hal macet, I can be the most unpleasant bitch you ever met, hahaha...
The downside, nevertheless, harus ada 14 hari yg sangat berat karena ngga ketemu keluarga. Phew..
Atas alasan yg Meta sdh ceritakan di blognya, dan rencana yg sdh kita buat sebelumnya, begitu Nara masuk SD, saya harus sdh ngga kerja lagi di field.
Anyway, kelihatannya simpel, tapi karena company ini bukan punya nenek moyang gue, it was far from simple.
But surprisingly, untuk kesekian kalinya Allah menunjukkan jalan yang akhirnya saya ambil untuk kembali ke Jakarta.
Alhamdulillah... Beratnya seperti apa pindah dari perusahaan yg sangat saya cintai, seperti rasanya berkhianat, hehe.. Lebay but true.
Satu hal yang membuat makin mantap utk mengambil keputusan ini selain Nara dan Leandra, adalah kalimat dari Meta yang sangat simpel tapi sangat tulus: "Family should stick together"
And here I am, back in Jakarta (sesuai rencana), dapet kerjaan yg relatif deket rumah dan tidak dengan salary yg 2-3 kali lipat (malah ada yg nyangka 5 kali! Hahaha... Amin!) tapi alhamdulillah dan Insya Allah cukup.
I really really want to tell you guys that: ngga semuanya bisa dihitung dengan materi.
All my life, I've been so careful and quantitative in making decisions. And this time I had to admit, salah satu keputusan terpenting dalam hidup saya, diambil setengahnya mengandalkan perasaan :)
Lillahi Ta'ala, selama niatnya utk ibadah kepada Allah melalui keluargaku, pasti akan ada jalan. Seperti Allah yang selalu Ada di sana buat kami.
Salah satu hal yg lucu adalah bahwa saya resign dari company terakhir ini di tengah bulan (which is not very common) dan gabung dg yg baru seminggu setelahnya. Persis beberapa hari sebelum dan sesudah Bunda dari anak-anakku ulang tahun.
Oh, dan mungkin Meta baru tahu dari post ini, bahwa itu bukan coincidence.
Tapi sesuatu yang memang diniatkan sebagai salah satu kado ulang tahunnya.
So my dearest darling Meta, your birthday presents are not the ones that you will find on your door this morning, nor the cake beside it. But the feeling that you get on your birthday that there will be no sleeping alone from now on :)
Selamat ulang tahun istriku, bunda dari anak-anakku, semoga Allah memberkahimu dengan syurgaNya.
Amin amin amin...

